Senin, 02 Mei 2016

Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa Semarang


Salah satu tempat wisata unik yang berada di Jawa Tengah adalahMuseum Kereta Api Ambarawa. Pernahkah Anda berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa ? Jika belum, besok akhir pekan sempatkan waktu untuk datang kesini ya, agar kalian tahu betapa hebatnya negara kita di masa lalu.

Di Museum Kereta Api Ambarawa terdapat kereta kuno yang masih berfungsi dengan baik loh. Menurut berita yang dilansir, kereta api yang ada di Ambarawa ini adalah peninggalan era kuno dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Menurut catatan dunia, hanya ada 3 jenis peninggalan kereta api kuno yang masih tersisa, yaitu berada di Ambarawa Indonesia, Swiss dan India.

Dulunya Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api, namun karena jalurnya sudah tidak aktif lagi dialihfunsgikan menjadi sebuah museum. Lokasinya yang berada di Ambarawa dan dekat dengan jalan raya ini membuat Museum Kereta Api Ambarawa selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Jika kalian suka naik kereta, disini pun kalian masih bisa menikmati indahnya jalan-jalan menggunakan kereta kuno. Kereta api wisata ini memiliki rute yang cukup unik, ada 2 rute yaitu rute pendek dan panjang.

Anda bisa memilih salah satu dari 2 rute yang disediakan, harganya pun berbeda-beda. Jika Anda memilih rute pendek, tentu harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan rute panjang. Untuk rute pendek, Anda akan diajak untuk berkeliling kota Ambarawa dan melewati indahnya Rawa Pening yang terkenal itu.

Sedangkan bila Anda memilih rute panjang, setidaknya ada 1 jam lebih untuk melakukan perjalanan sekali berangkat dan kereta api wisata ini akan berhenti di Stasiun Bedono yang berada diatas Kota Ambarawa.


Selain bisa menikmati jalan-jalan bersama kereta api wisata yang sudah kuno dan unik ini, Anda juga bisa belajar mengenai sejarah kereta api Indonesia. Ada beberapa kereta api yang sudah dimuseumkan dan tidak bisa dipakai lagi. Disaat hari libur banyak orang yang berkunjung ke tempat ini dan mereka senang karena bisa melihat langsung kereta kuno nan unik itu.Museum Kereta Api Ambarawa berada di Jalan Stasiun nomor 1 Ambarawa dan lokasinya cukup mudah di jangkau.

Poem Thanks To You

Thanks to You

Thank you, my teachers
For your time used to educate me
You are the second parents to me
Which always I meet every day except Sundays
Thank you, my teachers
You have become my motivator
Thank you, my teachers
You have become my motivation to wake up in the morning
Thank you, my teachers
Homework that you gave to me
Taught me to appreciate the time
In order to not forget my responsibilities
Thank you, my teachers
I will never forget your services
I will never ignore your advices
So that I could reach my big dreams
Artinya:

Terimakasih Untukmu

Terima kasih guru-guruku
Atas waktumu mendidik diriku.
Engkau adalah orang tua kedua bagiku
yang selalu akau temui kecuali hari minggu
Terima kasih guru-guruku
kau telah menjadi motivator hidupku
terima kasih guruku
kau telah menjadi motivasi bangun pagiku.
Terima kasih guru-guruku
Pekerjaan rumah yang kau berikan kepadaku
mengajarkanku menghargai waktu
agar tak lupa tanggung jawabku

Terima kasih guru-guruku
tak akan pernah kulupa jasa-jasamu
tak akan pernah ku abaikan nasehat-nasehatmu
Agar aku bisa mencapai cita-cita besarku

Asal Usul Kota Salatiga



Asal Usul Kota Kelahiran Saya



Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk


Salatiga, kota yang terletak persis di sebelah selatan Semarang, bukan hanya menjadi kota yang menghubungkan pelabuhan Semarang dan Kasunanan Surakarta. Sejak dulu, kawasan ini memang punya pengalaman historis yang panjang dan menarik.



Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.



Logo Kabupaten Salatiga
Sumber: http://salatigakota.go.id/



Sejarah
Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.



Prasasti Plumpungan, cikal bakal lahirnya Salatiga, tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter yang selanjutnya disebut Prasasti Plumpungan.



Berdasar prasasti di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, maka Salatiga sudah ada sejak tahun 750 Masehi, pada waktu itu Salatiga merupakan perdikan.



Perdikan artinya suatu daerah dalam wilayah kerajaan tertentu. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti karena daerah tersebut memiliki kekhususan tertentu, daerah tersebut harus digunakan sesuai dengan kekhususan yang dimiliki. Wilayah perdikan diberikan oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.



Menurut sejarahnya, di dalam Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum, yaitu suatu ketetapan status tanah perdikan atau swantantra bagi Desa Hampra. Pada zamannya, penetapan ketentuan Prasasti Plumpungan ini merupakan peristiwa yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat di daerah Hampra. Penetapan prasasti merupakan titik tolak berdirinya daerah Hampra secara resmi sebagai daerah perdikan atau swantantra. Desa Hampra tempat prasasti itu berada, kini masuk wilayah administrasi Kota Salatiga. Dengan demikian daerah Hampra yang diberi status sebagai daerah perdikan yang bebas pajak pada zaman pembuatan prasasti itu adalah daerah Salatiga sekarang ini.



Konon, para pakar telah memastikan bahwa penulisan Prasasti Plumpungan dilakukan oleh seorang citralekha (penulis) disertai para pendeta (resi). Raja Bhanu yang disebut-sebut dalam prasasti tersebut adalah seorang raja besar pada zamannya yang banyak memperhatikan nasib rakyatnya.



Isi Prasasti Plumpungan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta. Tulisannya ditatah dalam petak persegi empat bergaris ganda yang menjorok ke dalam dan keluar pada setiap sudutnya.



Dengan demikian, pemberian tanah perdikan merupakan peristiwa yang sangat istimewa dan langka, karena hanya diberikan kepada desa-desa yang benar-benar berjasa kepada raja. Untuk mengabadikan peristiwa itu maka raja menulis dalam Prasasti Plumpungan Srir Astu Swasti Prajabhyah, yang artinya: "Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian". Ditulis pada hari Jumat, tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi.



Zaman Islam
Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.



Penamaan Salatiga tidak lepas dari peran KI Ageng Pandanaran II (Bupati Semarang) pada masa pemerintahan Pandan Arang II menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan yang dapat dinikmati penduduknya. Namun sesuai dengan nasihat Sunan Kalijaga, Bupati Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian yang melimpah ruah. la meninggalkan jabatannya, meniggalkan Kota Semarang bersama keluarga menuju arah Selatan, pada saat Ki Pandan Arang II tiba disuatu daerah perdikan ditengah perjalanan dihadang oleh rampok/begal yang berjumlah tiga orang untuk merampok bawaan istri Ki Pandanaran, atas kuasa Allah SWT ketiga perampok tersebut dapat dikalahkan. Setelah kejadian tersebut KI Pandan Arang II menamai daerah tersebut SALATIGA (dari kata salah dan tiga) yang kelak dikemudian hari dikenal menjadi SALATIGA, adapun perampok yang dikalahkan tersebut masuk Islam dan menjadi murid Ki Pandan Arang kemudian mengikuti perjalanan melewati Boyolali akhirnya sampai ke sebuah bukit bernama jabalkat di daerah Klaten.



Zaman kolonial
Pada zaman penjajahan Belanda telah cukup jelas batas dan status Kota Salatiga, berdasarkan Staatsblad 1917 No. 266 Mulai 1 Juli 1917 didirikan Stadsgemeente Salatiga yang daerahnya terdiri dari 8 desa.



Karena dukungan faktor geografis, udara sejuk dan letak yang sangat strategis, maka Salatiga cukup dikenal keindahannya di masa penjajahan Belanda, bahkan sempat memperoleh julukan "Kota Salatiga yang Terindah di Jawa Tengah".



Nama Salatiga kembali mencuat ke permukaan sewaktu digelar perundingan segitiga antara Kasunanan Surakarta, VOC dan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Perjanjian itu digelar di Kalicacing, satu desa yang berada di wilayah Salatiga. Inilah sebabnya perjanjian ini masyhur dikenal sebagai Perjanjian Salatiga.



Perundingan itu dipicu oleh perlawanan bersenjata Pangeran Sambernyawa terhadap VOC maupun Kasunanan. Akhirnya, pada 17 Maret 1757, ditandatangani sebuah naskah perjanjian yang menyebutkan bahwa Pangeran Sambernyawa berhak atas sebagian wilayah Kasunanan Surakarta. Dari perjanjian inilah muncul Dinasti Mangkunegara dan Pangeran Sambernyawa berhak memakai gelar Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegara I. Gelar yang sama berhak dipakai keturunan Pangeran Sambernyawa.



Pada masa kolonial, sejak pertengahan abad 19 hingga memasuki abad 20, Salatiga dikenal sebagai daerah peristirahatan bagi para pejabat pemerintah kolonial maupun orang-orang Eropa. Tempatnya yang berada di perbukitan dengan hawa yang sejuk memungkinkan Salatiga menjadi kawasan favorit untuk berlibur dan beristirahat.



Status sebagai kotamadya yang kini disandang Salatiga juga sudah muncul sejak era kolonial. Pada 1 Juli 1917, berdasar Staatsblad No. 266, Salatiga ditetapkan sebagai Stadsgemeente (Kotamadya) Salatiga dengan daerah yang meliputi 8 desa.



Zaman kemerdekaan
Pada tahun-tahun pertama kemerdekaan, Salatiga pernah dijadikan salah satu basis tentara NICA-Belanda yang berniat kembali menduduki Indonesia. Bersama Ambarawa dan Semarang, Salatiga menjadi salah satu kawasan paling bergejolak.



Salatiga juga menjadi salah satu titik serangan udara yang dilakukan oleh kadet-kadet AURI pada 29 Juli 1947. Dengan menggunakan pesawat Churen yang diterbangkan dari Maguwo, Yogyakarta, kadet AURI itu berhasil menggelar serangan udara selama satu jam. Serangan ini memberi efek psikologis yang strategis karena menunjukkan pada dunia internasional bahwa kekuatan militer Indonesia masih eksis kendati baru saja diserang oleh Belanda lewat Agresi Militer I.



Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga adalah bekas stadsgemeente yang dibentuk berdasarkan Staatsblad 1929 No. 393 yang kemudian dicabut dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kecil Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat. Berdasarkan amanat UU No.22 tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga berubah penyebutannya menjadi Kota Salatiga.

Sinopsis Novel 5cm

Selaluu begini, tujuan saya masuk ke jurusan IPA salah satunya adalah agar tidak banyak tugas dan hafalan, tugas di bidang sciencebiasanya seru dan mengasyikan. Ternyata pada kenyataannya, saya mendapat guru Bahasa Indonesia yang sangat amat baik sekali sampai-sampai waktu saya habis untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Diantara banyak tugasnya yang baru saya kerjakan sebagian, ini dia hasilnya, sinopsis novel 5cm.

Judul buku                   : 5 cm.
Pengarang                    : Donny Dhirgantoro
Penerbit                        : PT Grasindo
Tahun terbit                 : 2005
Tebal halaman              : 379 halaman

            Arial, Genta, Zafran, Ian, dan Riani, lima orang sahabat yang telah mengukir kebersamaan mereka sejak SMA hingga kini mereka berada di perguruan tinggi masing-masing. Sifat dan kepribadian mereka yang berbeda menambah kehangatan jika mereka sedang bersama. Arial dengan tubuh atletisnya yang selalu taat aturan tetapi sulit mengenal orang baru, Genta yang paling dewasa dan menjunjung tinggi kebersamaan, Zafran yang suka berpuisi dan suka dengan adik Arial, Ian yang menyebabkan omset Indomie naik dan penggemar bola juga yang paling telat wisuda, Riani yang super ulet dan sangat bijaksana. Semua saling menyayangi dan saling melengkapi sehingga menciptakan suatu keharmonisan yang menyebabkan mereka tidak terpisahkan ke mana pun dan di mana pun.
            Suatu hari mereka merasa jenuh dengan kebiasaan mereka yang hanya begitu-begitu saja. Genta mengusulkan agar mereka tidak berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan untuk menghidupkan kembali kekentalan persahabatan mereka. Kelima sahabat itu pun setuju meskipun Genta sendiri yang menyimpan rasa kepada Riani sedikit keberatan. Selama tiga bulan mereka tidak bertemu dan berkomunikasi. Untuk mengalihkan kesalingrinduan mereka, mereka menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas. Tanggal 14 Agustus mereka sepakat untuk bertemu.
            Tiga bulan telah berlalu, banyak yang  berubah. Arial menemukan gebetan baru bernama Indy, Zafran menyelesaikan proyek posternya, proyek Event Organizer Genta berhasil, Riani lolos liputan, dan Ian telah menyelesaikan skripsinya. Untuk mengobati rasa rindu mereka yang amat dalam Genta mengusulkan untuk mendaki gunung. 14 Agustus mereka berangkat, adik Arial yang bernama Arinda ikut serta dalam perjalanan mereka ke Mahameru. Selama perjalanan dengan kereta banyak pelajaran hidup yang mereka petik.
            Sebuah perjalanan hati yang mereka lakukan dengan kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang menatap lebih lama dari biasanya, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang bekerja lebih keras dari biasanya, dan mulut yang selalu berdoa demi mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi Jawa. Mahameru, tanah tertinggi Jawa berdiri dengan gagahnya memiliki sejuta kejutan yang tak terlupakan dan menyibak segala kebesaran Tuhan. 17 Agustus segala kelelahan dan perjuangan mereka terobati ketika melihat Sang Merah Putih berkibar di tanah tertinggi Jawa itu. Rasa syukur, haru, bangga, dan cinta terhadap tanah air ini bercampur menjadi satu di hati mereka. Tanggal 17 Agustus, di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat, 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya. Mengubah segala esensi mereka tentang negeri ini, negeri yang awalnya dianggap negeri bobrok karena segala macam ketidakteraturan, kini tak cukup kata cinta mereka dengan tanah air ini, Indonesia.
            Suatu hari di bungalow rumah Arial setelah mereka berkeluarga, Riani yang akhirnya dengan Zafran, Arial dengan Indy, Genta dengan Citra, Ian dengan Bella, Arinda dengan Deniek, teringat akan perjuangan mereka sepuluh tahun lalu. Jika mereka tidak yakin dengan mimpi mereka, mereka tidak akan bisa sampai di puncak Mahameru. Mereka selalu meletakkan mimpi dan keyakinan mereka di pikiran mereka, membiarkannya menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening mereka.

Sukses kita datang dari Suksesmu

Semua orang pastilah ingin sukses. Tetapi siapa tau kelak kita sukses atau tidak. Bisa jadi sukses itu dipengaruhi oleh cara kita menjalani segala sesuatu yang harus kita tempuh selama ini. Kalau kita baik menjalaninya, nasib kita pun juga akan baik, tentu kesuksesan akan ditangan. Ada juga yang berpandangan bahwa sukses itu tergantung usaha, jadi apapun cara ditempuh yang penting sukses, begitu mereka menganggap. Kalau kita melihat dari sudut pandang yang pertama dan memang benar begitu, terkadang saya iri dengan orang-orang yang mendapat kesuksesan tidak sebanding dengan usahanya. Terlebih lagi kalau kesuksesan mereka itu jauh lebih baik dibanding orang lain yang berusaha lebih keras dari mereka. Yaaah tapi itulah hidup, semua pasti ada hikmahnya, saya yakin. Semua pun harus yakin.

Ceritanya nostalgia nih hehe...
Setelah sekian lama tidak berkumpul, kami dipertemukan disebuah acara yang cukup membuat kami menyadari sesuatu. Awalnya kami hanya bercerita ngalor ngidul, menggunjing haha, dan mengbrolkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk dibahas. Kadang kami membahas guru-guru kami di SMA, membahas kekonyolan teman kami, membahas ketidak terkiraan yang terjadi kepada teman kami, profesi baru teman kami, kesibukan baru, teman baru, kepribadian baru, kebiasaan baru, lingkungan baru, dan masih banyak. Sewaktu SMP kami sama-sama mengetahui dan menyadari kemampuan masing-masing. Kami juga mengerti kemampuan teman-teman kami. Dulu, kami sering sekali berbicara dan mengkhayal mau jadi apakah kami kelak? Siapa yang sukses duluan? Mau jadi kayak apa kami 20 tahun yang akan datang? Sepertinya beragam sekali yang ada di benak kami.

Tapi tunggu dulu, kenapa harus menunggu 20 tahun yang akan datang? Hei bukankah yang terjadi kepada mereka dan kita sekarang ini adalah kesuksesan? Kesuksesan tidak menunggu dewasa. Bisa dibaca dari sekarang. Jika kita sudah bisa membandingkan apa saja yang terjadi kepada diri kita masing-masing, berarti itulah kesuksesan yang saat ini ada pada diri disetiap kita. Berbeda-beda memang. Ya.

Sontak saya memutar waktu dua sampai tiga tahun yang lalu. Saya ingat-ingat benar apa yang terjadi kepada saya waktu itu. Kemudian saya bandingkan dengan apa yang terjadi kepada saya saat ini. Lalu saya lakukan seperti itu juga dengan apa yang terjadi dengan teman-teman saya. Hasilnya, saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya terlena dengan masa-masa pencarian jati diri? Jika ya, segeralah sadarkan dirimu :D Sebenarnya semua itu ada porsi dan waktunya sediri-sendiri, tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya.


Kesimpulannya, apa saja yang dilakukan itu tetap berimbas kepada apa hasil yang akan kita petik, entah itu sekarang, esok, lusa, atau kapan kita tidak tau.

0 

Tambahkan komentar

Paint my Love

Lirik Lagu Paint my Love

From my youngest years till this moment here
I've never seen such a lovely queen
From the skies above to the deepest love
I've never felt crazy like this before

Paint my love, you should paint my love
It's the picture of a thousand sunsets
It's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Been around the world then I met you girl
It's like coming home to a place I've known

Paint my love, you should paint my love
It's the picture of a thousand sunsets
It's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Since you came into my life
The days before all fade to black and white
Since you came into my life
Everything has changed

Paint my love, you should paint my love
It's the picture of a thousand sunsets
It's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love, my love

Paint my love, oh you should paint my love
It's the picture of a thousand sunsets
It's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Kenapa harus Berjilbab?

Kenapa Harus Berjilbab??


"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka setan pun berdiri tegak (dirangsang olehnya)". (HR.Turmudzi)

Dari hadits diatas, betapa pentingnya memakai jilbab bagi muslimah. Apalagi kalau udah baligh, ditambah ukuran pertumbuhan dan perkembangan seorang membuat lekuk-lekuknya kelihatan. Dan lekukan itu yang membuat rangsangan menjadi-jadi baik bagi perempuan itu sendiri ataupun lelaki yang melihatnya. Sampai-sampai di hadits tersebut menekankan bahwa setan akan terus menggoda semenjak si perempuan keluar rumah.

Kita hidup di jaman modern seperti ini, perdagangan bebas yang diajukan oleh menurutku (aku baca-baca buku) negara Yahudi, membuat jaman ini memang seperti jaman edan. Lho kok bisa? Iya, dengan adanya perdagangan bebas, arus globalisasi pun semakin deras di semua aspek kehidupan. Apalagi kalau berbicara globalisasi, waaaahhh yang menguasai jelas mereka tuh...eh kok malah sampek mbahas ginian

Menurutku, memakai jilbab bagi seorang perempuan itu mutlak. Mereka harus tahu, jika mereka menampakkan bagian tubuhnya, membuat laki-laki terangsang dan itu akan membuat fantasi-fantasi yang itu-itu. Beneran. Kalian pengen po dijadiin obyeknya?enggak kan? apa salahnya sih memakai jilbab. Itu menurutku sewaktu perempuan di luar rumah.
Kalo di rumah?nahhhh ini nih, udah salut deh kalo makai jilbab di luar rumah. Tapiii kadang, eh kebanyakan ding, sewaktu di rumah mereka asyik banyakan foto-foto tanpa memakai jilbab, kemudian diupload di whatsapp bbm twitter instagram. INI. Ya sama aja dong kalo di share gitu, jelaslah kalo seumpama dijadiin foto profil di bbm, pasti orang lain bakal ngliatin fotonya, dan dari situ pasti mikirnya duh cantik duh seksi duh itunya manis duh, coba kalau fotonya dibawa ke kamar mandi....hushhh.... ya janganlah, jangan upload foto tanpa memakai jilbab, foto dengan jilbab pun harus dijaga etikanya.
Banyak perempuan bilang aku tu butuh proses buat makai jilbab, aku tahu mana yang bisa aku share mana yang enggak, aku tu tahu aku tu tahu. Alaaahhh bullshit, nggak ada alasan buat kayak gituan. Saranku kalo mau upload atau share2 gitu, ya sewajarnya ajalah dan harus makai jilbab, karena kalau memakai jilbab bisa menghindarkan dari rangsangan dan nafsu2 setan, seriiuusss.

Haduh, sedikit sih yang argumen tentang kayak ginian, opini-opini tentang berjilbab harus berkembang. Dan akupun ngaku, nulis kayak gituan butuh idealisme.Thx.